skip to main | skip to sidebar

About me

My Photo
ratu
Ratu = Queen = 여왕 find me on: 1. Facebook Page: http://facebook.com/page/RatuLubis 2. Twitter: http://twitter.com/ratulubis 3. Instagram: http://instagram.com/ratulubis 4. Youtube: http://youtube.com/user/raatuti
View my complete profile

Archivo del blog

  • ► 2014 (6)
    • ► October (1)
    • ► September (5)
  • ► 2012 (3)
    • ► August (1)
    • ► February (2)
  • ► 2010 (6)
    • ► July (1)
    • ► June (1)
    • ► May (1)
    • ► February (1)
    • ► January (2)
  • ▼ 2009 (49)
    • ▼ December (1)
      • Taman Gantung Babilonia
    • ► November (6)
      • Ombre dan Lista
      • My Past, Present, and Future
    • ► October (2)
    • ► September (2)
    • ► August (4)
    • ► July (7)
    • ► June (5)
    • ► May (10)
    • ► April (9)
    • ► January (3)
  • ► 2008 (1)
    • ► December (1)

Followers

Pages

  • Find me on Facebook
  • Find me on Twitter
  • Find me on Youtube
  • Find me on Soundcloud.com

Labels

  • beauty
  • bite
  • buxom
  • club clio
  • competition
  • for youth info
  • haul
  • Hidup Di Korea
  • Korean Brand
  • makeup forever
  • marc jacobs
  • nars
  • pengalaman
  • ratu's best
  • ratu's crazy experience
  • Ratu's disappointed
  • ratu's holiday
  • ratu's interesting experience
  • sephora
  • short stories
  • smashbox
  • tarte
  • urban decay

Singing Queen

All about Music, Beauty, & Travel

15 December 2009

Taman Gantung Babilonia



Taman Gantung Babilonia = Hanging Gardens of Babylon


Gue lagi tertarik banget sama salah satu keajaiban dunia kuno ini, karena begitu unik. Daripada gue bacot ga jelas dan takut ujung-ujungnya melenceng topik, nih ada sedikit informasi tentang Hanging Gardens of Babylon. Check this out :)


SEJARAWAN Mesir kuno, Herodotus, yang hidup sekitar tahun 450 SM, pernah mengatakan, "Keindahan Kota Babilon melampaui keindahan kota-kota tersohor di dunia." Ia mengatakan hal itu setelah melihat tembok kota yang dibangun Raja Nebuchadnezzar II yang berkuasa selama 43 tahun-sejak tahun 605 SM-begitu indah dan kokoh.

Nebuchadnezzar pula yang membangun Taman Gantung. Konon, menurut cerita, taman itu dibangun Nebuchadnezzar untuk menghibur istrinya, Amyitis, putri Raja Medes dari Media yang kangen pada kampung halamannya. Agar Amyitis betah tinggal di Babilon, maka dibangunlah taman itu yang kini tercatat sebagai salah satu keajaiban dunia.

Hubungan* Nebuchadnezzar dan Amyitis adalah hubungan* politik. Tujuan utama Nebuchadnezzar adalah mempersatukan Kerajaan Babilonia dan Media.

Diodorus Siculus, sejarawan Yunani pada masa itu, menggambarkan hebatnya Taman Gantung bagi Amyitis. Menurut Diodorus, lebar taman itu 400 kaki (sekitar 130 meter), panjangnya 400 kaki, sedangkan tingginya lebih dari 80 kaki (sekitar 26 meter). Padahal, tembok Kota Babilon, menurut Herodotus, 320 kaki (sekitar 106 meter).

Cerita Taman Gantung Babilon adalah cerita cinta antara Nebuchadnezzar dan Amyitis. Kisah ini mirip cerita pembangunan Taj Mahal di Agra, India. Taj Mahal adalah bangunan cinta.

Salah satu bangunan yang disebut paling indah di dunia itu dibangun atas perintah Sultan Sjah Jahan (Sjahjahan). Adalah "cinta dan kesetiaan" pada istrinya, Arjumand Bano Begum yang juga dikenal dengan nama Begum Mumtaz Mahal (Mahkota Kerajaan), yang mendorong Sjah Jahan memerintahkan untuk membangun Taj Mahal.

Bangunan makam yang terbuat dari marmer putih itu dibangun pada tahun 1631-1653 dengan mengerahkan 22.000 pekerja serta puluhan arsitek, seniman, dan ahli bangunan dari berbagai negara, termasuk Italia dan Perancis. Batu marmer dikumpulkan dari seluruh India, seperti Makrana dan Rajasthan. Batu-batu khusus didatangkan dari Rusia, Cina, Afganistan, Persia, Asia Tengah, dan Yaman.

Kini, peninggalan Kerajaan Dinasti Neo-Babilonia itu masih dapat disaksikan di Babilon. Kompleks kota raja konon luasnya 21 kilometer persegi. Ekskavasi hingga kini terus dilakukan. Di antara yang sudah terlihat dan sudah direstorasi adalah Istana Nebuchadnezzar yang total luasnya 52.000 meter persegi. Selain itu, bangunan lain yang sudah direstorasi adalah Kuil Ishter, Kuil Nabu, dan Kuil Ninimakh serta Pintu Gerbang Ishtar (ini merupakan pintu gerbang yang menghadap ke utara).

CERITA tentang Babilon tidak bermula dari sini. Bertahun-tahun sebelumnya, ketika dunia "masih muda", cerita tentang Babilon sudah ada. Kota yang terletak sekitar 90 kilometer sebelah selatan Baghdad dan diapit dua sungai besar, Tigris dan Eufrat, itu memang kaya legenda, cerita, dan sejarah. Misalnya, cerita tentang Menara Babel.

Kisah Menara Babel yang melambangkan keangkuhan, kesombongan manusia, itu sudah disebut-sebut dalam Kitab Penciptaan, Kitab Suci Perjanjian Lama. Pembangunan menara itu diprakarsai oleh Nimrod, anak cucu Nabi Nuh di zaman Babilon kuno, jauh tahun sebelum zaman Nebuchadnezzar. Orangtua Nimrod adalah Cush, putra Ham.

Bahkan, demikian menurut cerita, Kota Babilon dan Ninive juga mula pertama dibangun oleh Nimrod. "Marilah kita dirikan bagi kita sebuah kota, dengan sebuah menara yang puncaknya sampai ke langit. Marilah kita cari nama supaya kita jangan terserak ke seluruh Bumi," demikian antara lain bunyi ajakan Nimrod kepada orang-orangnya, seperti yang ditulis dalam Kitab Penciptaan.

Lambert Dolphin dalam The Tower of Babel and The Confusion of Languages berusaha mencari jawaban mengapa mereka membangun menara seperti itu. Untuk apa menara itu dibangun? Mencari kepuasan diri dan kemegahan diri. Itulah jawaban singkat Lambert Dolphin.

Pembangunan sebuah kota, seperti yang dilakukan Nimrod ketika itu, melambangkan dambaan manusia untuk terus berkumpul. Mereka, ketika itu, takut tercerai-berai dan hidup di tempat yang belum mereka kenal berhadapan dengan bahaya. Karena itu, didirikanlah sebuah kota-Babilon dan Ninive-sebagai pusat kegiatan, sebagai tempat untuk memenuhi kebutuhan mereka.

Akan tetapi, ketika mereka membangun menara dengan mengatakan, "Marilah kita cari nama, marilah memegahkan diri", di saat itulah kemanusiaan manusia berkuasa. Menara dibangun untuk kebutuhan badan, jiwa, dan semangat. Bahkan, mereka ingin membangun menara yang mencapai langit. Kalau perlu dapat memanah Matahari dari puncak menara. Pendek kata, menara dibangun untuk pemuasan diri.

Inilah, yang menurut kisah, yang menjadi penyebab turunnya hukuman dari Tuhan sehingga mereka tercerai-berai dan tidak bisa memahami bahasa mereka satu sama lain.

Sindrom Menara Babel itu pula, yang menurut para sejarawan, merasuki Nebuchadnezzar II, yakni dengan membangun Taman Gantung dan Menara Babel di kompleks istananya. Ia membangun kompleks istana begitu megah, yang sekarang sisa-sisanya masih bisa dilihat, dan memerintah dengan tangan besi.

Babilon di zaman Nebuchadnezzar II, yang memerintah pada tahun 605-562 SM, mencapai masa keemasan.

SAAT pasukan gabungan pimpinan AS menggempur Irak sekarang ini, cerita Menara Babel itu muncul lagi. Apa yang dicari George W Bush? Apakah ia seperti Nimrod dan orang-orang yang mengatakan, "Marilah kita cari nama", saat hendak membangun Menara Babel?

Kalaupun Bush tidak mengatakan seperti itu, suka tidak suka, saat ini sindrom Menara Babel itu sudah merasuki dunia. Pembangunan Menara Babel dimaksudkan untuk menyeragamkan manusia zaman itu dalam satu budaya.

Saat ini pun demikian. Semua ada di bawah dominasi budaya, yakni budaya kapitalisme, satu hegemoni, yakni hegemoni komunikasi AS. AS yang merupakan satu-satunya adikuasa di dunia ini berusaha memaksakan kehendaknya dengan segala cara dan upaya, termasuk perang.

Ketika Divisi Infanteri Ke-3 AS bergerak dari Kuwait ke Baghdad beberapa hari lalu, banyak yang khawatir akan nasib situs sejarah yang sebenarnya dapat mengajak orang untuk selalu bercermin bahwa memegahkan diri, mencari nama untuk diri sendiri, adalah awal dari kehancuran.

Hingga kini, memang Babilon masih selamat. Tetapi, andaikan nanti Kota Babilon-kata Babilon berasal dari bahasa Akkadia dan berarti Pintu Tuhan-menjadi sasaran, maka semuanya hanya akan tinggal cerita: cerita tentang kebesaran Babilon.


Beberapa Gambang Hanging Gardens of Babylon



Ini contoh konstruksi Taman Gantung Babilonia (Miniatur)



Ini Gambar Taman Gantung Babilonia berdasarkan lukisan kuno peradaban Babilonia



Taman Gantung Babilonia ketika hari senja



Ini adalah foto sisa peninggalan Taman Gantung Babilonia


Yep, that's a few information about Hanging Gardens of Babylon. Siapa tau anda tertarik? Bisa cari-cari informasi di Google dengan keywords: Taman Gantung Babilonia. Jangan Babilonia doang ya, nanti yang muncul gambar "Babylon's naughty girl". Agak melenceng dari topik hehehe.

Referensi gue:
http://www.forumkami.com/forum/sejarah/23863-taman-gantung-babilonia-terindah.html

Thanks yang udah baca :) semoga bermanfaat hehe
By ratu waktu nge-post 4:54 AM 0 comments
kategori for youth info, ratu's best, ratu's interesting experience

26 November 2009

Ombre dan Lista

Lista berjalan bersama sahabatnya, Chechi di sepanjang koridor dekat toilet, sekaligus akses cepat menuju kantin. Habis itu, ia sebenarnya ingin memutar arah, malas lewat kantin karena takut dituduh guru mau cabut ke kantin. Namun Chechi merengek, "Jangan lewat situ, Lista. Aku mau ke kantin dulu".

Baiklah, Lista mengikuti mau Chechi untuk lewat kantin. Sambil berjalan, Lista melihat gerombolan geng alumni duduk-duduk di bangku kantin. Mungkin mereka melepas rindu dengan nongkrong-nongkrong sambil cekakak-cekikik mengenang masa lalu. Lista melihat seorang sosok yang begitu ia kenal. Cinta pertamanya di sekolah itu. Sudah hampir satu semester mereka tidak bertemu. Sebut saja ia Ombre.Ketika Lista masih duduk di bangku kelas satu, Ombre merupakan kakak kelas yang paling tampan, bahkan termasuk idola setiap perempuan. Sebelum Lista masuk di sekolah ini, memang ia telah mengenal Ombre sebelumnya, namun frekuensi bertemu yang terlalu sering lah yang membuat Lista merasa senang pada Ombre.

Lista tampak panik dan berkata dalam hati, "Apakah tatanan rambutku sudah baik? Apakah rok ku ada cipratan air? Apakah aku tampak cantik??".

Di seberang sana terlihat Ombre merapikan tatanan rambutnya yang sekarang tampak gondrong. Lista berkata jua dalam hati, "Apakah ia melihatku, maka ia merapihkan rambutnya? Atau itu hanya refleks dari rambut yang tidak nyaman maka ia merapikan rambut?"

Lista berbisik pada Chechi, "Chii! gue deg-degan! Ada Ombre. Gimana nih?"

Namun Chechi menjawab dengan santai, "Tenang aja, santai!"

Pada saat Lista dan Chechi menyeberangi mantan kakak-kakak kelas mereka, tiba-tiba ada suara yang sangat Lista kenal berseru menyebut namanya, "Lista!" beberapa kali.

Lista tau itu suara siapa, namun ia bingung harus berekspresi seperti apa. Jadi ia berpura-pura mencari sumber suara itu. Ia melirik ke kiri dan mendapati dia, Ombre melambaikan tangannya untuk Lista.

Lista tersenyum tanpa bersuara. Ia bingung harus berkata apa. Maka ia hanya tersenyum malu-malu.

Antara Lista dan Ombre hanya melintang jarak sekitar satu setengah meter. Namun mengapa Ombre menyapa? Lista pikir Ombre telah melupakan Lista karena telah bertemu teman-teman baru di tempatnya belajar sekarang. Bahkan Lista tidak pernah berani mengkhayal bahwa Ombre masih mengingat bagaimana mereka bertemu pertama kali. Atau mungkin ketika untuk pertama kalinya Lista berani menyapa Ombre di acara sekolah. Dan dengan bodohnya Lista memuji-muji Ombre di depan pacar Ombre (Lista tidak tau bahwa perempuan yang ayu dan cantik itu adalah kekasih Ombre) lalu patah hati.

Lista tidak dapat melupakan setiap kejadian antara ia dan Ombre. Dan Lista tetap bermimpi suatu saat nanti Ombre dapat sayang padanya seperti perasaan Lista sekarang terhadap Ombre.
By ratu waktu nge-post 2:27 AM 0 comments
kategori ratu's best, ratu's interesting experience, short stories

14 November 2009

My Past, Present, and Future

Dulu pas gue masih SD kelas 3, gue pengen banget jadi dokter. Pekerjaan dokter itu mulia, nyembuhin orang sakit. Sebenernya yang nyembuhin orang sakit itu Tuhan YME, tapi seorang dokter di kasih kepercayaan oleh Tuhan untuk jadi perantara atas mukjizat kesembuhan seorang pasien. Gue pengen banget jadi salah satu dari dokter-dokter yang berhasil nolong nyawa manusia yang nggak berdosa itu. Apalagi sekeluarga gue bener-bener ngedukung cita-cita gue itu.

Gue mulai ngerasa harus merubah haluan gue untuk mencoba ngedalemin ilmu-ilmu pengembangan diri. Gue bener-bener tertarik di bidang itu. Kepribadian seseorang, cara belajar manusia yang bisa dibagi tiga seperti visual, auditorial dan kinestetik. Gue tertarik bidang itu sejak awal-awal masuk SMP, karena di SD gue ga dapet pelajaran Bimbingan Konseling (jadi agak norak gitu guenya hehe). Gue sempet mikir dalam hidup gue ilmu Psikologi itu adalah harga mati dan menurut gue Dokter itu cuma cita-cita anak kecil dan (juga) gue seharusnya sadar diri karena gue gak se-pinter lingkungan pergaulan gue yang isinyaaa (you know lah). Gue mulai ngasih pengertian ke bokap dan nyokap. Tapi teteplah sebagai orangtua, mereka pasti nganggep anak mereka di atas segalanya. Agak nge-batin juga sih begitu, tapi gue terus ngasih pengertian ke bokap-nyokap gue. Sampe dengan kelas 3 SMP, gue bener-bener kaya orang kesurupan belajar demi masuk 81 sama temen-temen geng gue (geng cihuy), padahal mereka semua gue akuin jauuuh lebih pinter dari gue. Gue kan gak pernah bisa diajak serius (terutama untuk belajar paling lemot). Sampe gue inget banget gue les ini-itu demi bisa ngerti matematika (pelajaran yang paling gue benci pada saat itu). Gue sampe nge-judge otak gue bego padahal gurunya udah susah payah ngajar (pak masdar selly - cucunya mbah toricelli hehe). Dan yang paling gue inget, gue baru bisa hapal rumus garis singgung persekutuan seminggu sebelom UAN (parah sekali ckck). Coba tes sekarang? Maaf ye, gue ini orangnya pikun zz.

Guess what happen next?
Tuhan berkata, "Kun!" maka fayakun! Gue berhasil masuk sma 81. Dan teman-teman geng cihuy? Berpencar! Padahal semua tujuan kita sma 81, dan tanpa mengurangi rasa hormat, NUN gue yang paling tinggi diantara teman sepermainan. Gue ngerasa ga enak banget sumpah-sumpah sama mereka. Di situ gue ngerasain mukjizat Tuhan deh (bukannya lebay).

Di SMA? Gue nekat (tanpa tau diri) memperjuangkan otak gue yang pas-pasan ini untuk dijurusin ke IPA (udah fix gue emang ga tau diri haha). Banyak godaan sana-sini sih. Gue mikir, "Kalo otak gue aja bisa masuk 81, berarti gue punya harapan untuk ngebangkitin cita-cita kecil gue yang udah usang (najissss) itu". Tapi yang namanya godaan, sekali godaan tetep godaan. Mulai dari otak gue yang ngerasa ga mampu beradaptasi di 81 sehingga gue ngerasa lebih baik jadi anak IPS. Tapi gue tetep niat! Dan gue yakin gue pasti mampu! Dengan gue yang semakin benci sama pelajaran fisika. At least, itu bukan jadi alesan untuk nyurutin niat gue. Lagi-lagi Kun! Maka Fayakun.

Begitu jadi anak IPA, gue ngerasa belom nyatu sama jiwa gue. Ditambah kehidupan Anak Sosial yang sangat membuat iri. Bersenang-senang, tanpa ngurangin rasa hormat gue sama semua anak SOS di dunia, gue juga ngerasa pelajaran SOS bisa dibawa santai dan di anggap enteng. Jauh beda dengan kehidupan Anak Eksak yang bener-bener serius. Bener-bener diem di kelas tanpa suara kalo lagi belajar MIPA. Gue juga ngerasa kalo moto hidup gue lebih cocok jadi anak IPS (my life is never flat). Ditambah dengan kehidupan SOSIAL 81 yang begitu solid, mereka juga punya acara sendiri buat komunitas SOS, namanya "SOS unplugged" tau ga slogan mereka apa? "We Are Social, We Are Special". Ada ga acara yang judulnya "Science Unplugged"? Maksa banget hahaha. Motonya apa? "We Love and We Save The Environtment as a Science Human". HAHAHAHA jijay banget dah moto buatan gue zz -_-

Dan hal yang bikin gue tetap semangat untuk menuju cita-cita gue (entah bakal jadi dokter patologi anatomi atau cuma jadi dokter cinta aja gue?!) adalah spirit dari guru INTEN gue yang bernama Bapak Raskami Bangun (Love youuu Paaaak :D).

Beliau bilang, "Fisika itu Ilmu yang paling Romantis. Dan Ilmu Fisika itu diciptakan oleh Tuhan. Ilmu Sosial kan diciptakan oleh Manusia. Kalo kalian belajar ilmu dari Tuhan dan mengaplikasikannya, kalian kan dapet pahala. Contoh sederhana, di akhirat nanti saya di sandingkan sama Thomas Alfa Edison. Ketika Tuhan nanya saya, 'Hai Raskami, apa yang sudah kamu perbuat untuk umat di dunia ini?' walau pun saya bilang saya sudah membuat puluhan ribu orang bertambah pintar karena saya ajarkan fisika, itu nggak ada apa-apanya dibadingkan dengan jawaban si Thomas Alfa Edison." gue cengo denger omongan Pak Raskami. Bener juga gue pikir. Beliau ngelanjutin omongannya lagi. "Tuhan bilang, 'Hai Thomas, apa yang telah kau perbuat untuk umat di dunia?' dan beliau menjawab, 'Saya sudah membuat dunia menjadi terang karena Ilmu Eksak. Saya membantu orang melahirkan, membantu orang belajar pada malam hari, membantu orang ketika operasi. Saya berhasil menciptakan lampu'. Ada yang tidak setuju?"

Kita sekelas pada diem. Gue masih mencerna kata-kata itu. Dan ketika gue tau maknanya, gue ngerasa harus bisa jadi orang yang punya manfaat di dunia ini. And in my opinion, Mr. Raskami's story is verryyyy INSPIRING us.

Bukan berarti ini bikin gue ngucilin pihak yang gue sangkutkan dalam posting gue kali ini (kaya anak sos dan lain sebagainya). Ini ngebuat gue mulai berpikir bahwa gue harus bisa total dalam bidang yang gue tekunin sekarang ini. Dan nggak untuk menjadikan segudang rumus sebagai alesan buat benci fisika. GUE ANAK IPA! Orang yang pengen masuk ipa sendiri juga gue. Yang pengen masuk IPA itu banyak, berarti dibalik muka tolol gue, pasti guru ngeliat gue punya something yang bikin gue layak jadi anak IPA yang "konon katanya" pr segudang najis tralala.

Sekarang gue udah komit, harus bisa jadi anak yang berguna (apapun masa depan gue nanti). Yeay! I cheered myself up. Something weird? Yes, of course! Hahaha. That's why my life is never flat :D
By ratu waktu nge-post 4:56 AM 0 comments
kategori ratu's best, ratu's interesting experience
Newer Posts Older Posts Home
Subscribe to: Comments (Atom)

Blog Design by Gisele Jaquenod