skip to main | skip to sidebar

About me

My Photo
ratu
Ratu = Queen = 여왕 find me on: 1. Facebook Page: http://facebook.com/page/RatuLubis 2. Twitter: http://twitter.com/ratulubis 3. Instagram: http://instagram.com/ratulubis 4. Youtube: http://youtube.com/user/raatuti
View my complete profile

Archivo del blog

  • ► 2014 (6)
    • ► October (1)
    • ► September (5)
  • ► 2012 (3)
    • ► August (1)
    • ► February (2)
  • ► 2010 (6)
    • ► July (1)
    • ► June (1)
    • ► May (1)
    • ► February (1)
    • ► January (2)
  • ▼ 2009 (49)
    • ► December (1)
    • ▼ November (6)
      • Ombre dan Lista
      • My Past, Present, and Future
      • Rapotku Sayang, Rapotku Malang
      • Tragedi UTS 81
      • INSIDEN INTEN IT2609
      • My Colorful World
    • ► October (2)
    • ► September (2)
    • ► August (4)
    • ► July (7)
    • ► June (5)
    • ► May (10)
    • ► April (9)
    • ► January (3)
  • ► 2008 (1)
    • ► December (1)

Followers

Pages

  • Find me on Facebook
  • Find me on Twitter
  • Find me on Youtube
  • Find me on Soundcloud.com

Labels

  • beauty
  • bite
  • buxom
  • club clio
  • competition
  • for youth info
  • haul
  • Hidup Di Korea
  • Korean Brand
  • makeup forever
  • marc jacobs
  • nars
  • pengalaman
  • ratu's best
  • ratu's crazy experience
  • Ratu's disappointed
  • ratu's holiday
  • ratu's interesting experience
  • sephora
  • short stories
  • smashbox
  • tarte
  • urban decay

Singing Queen

All about Music, Beauty, & Travel

26 November 2009

Ombre dan Lista

Lista berjalan bersama sahabatnya, Chechi di sepanjang koridor dekat toilet, sekaligus akses cepat menuju kantin. Habis itu, ia sebenarnya ingin memutar arah, malas lewat kantin karena takut dituduh guru mau cabut ke kantin. Namun Chechi merengek, "Jangan lewat situ, Lista. Aku mau ke kantin dulu".

Baiklah, Lista mengikuti mau Chechi untuk lewat kantin. Sambil berjalan, Lista melihat gerombolan geng alumni duduk-duduk di bangku kantin. Mungkin mereka melepas rindu dengan nongkrong-nongkrong sambil cekakak-cekikik mengenang masa lalu. Lista melihat seorang sosok yang begitu ia kenal. Cinta pertamanya di sekolah itu. Sudah hampir satu semester mereka tidak bertemu. Sebut saja ia Ombre.Ketika Lista masih duduk di bangku kelas satu, Ombre merupakan kakak kelas yang paling tampan, bahkan termasuk idola setiap perempuan. Sebelum Lista masuk di sekolah ini, memang ia telah mengenal Ombre sebelumnya, namun frekuensi bertemu yang terlalu sering lah yang membuat Lista merasa senang pada Ombre.

Lista tampak panik dan berkata dalam hati, "Apakah tatanan rambutku sudah baik? Apakah rok ku ada cipratan air? Apakah aku tampak cantik??".

Di seberang sana terlihat Ombre merapikan tatanan rambutnya yang sekarang tampak gondrong. Lista berkata jua dalam hati, "Apakah ia melihatku, maka ia merapihkan rambutnya? Atau itu hanya refleks dari rambut yang tidak nyaman maka ia merapikan rambut?"

Lista berbisik pada Chechi, "Chii! gue deg-degan! Ada Ombre. Gimana nih?"

Namun Chechi menjawab dengan santai, "Tenang aja, santai!"

Pada saat Lista dan Chechi menyeberangi mantan kakak-kakak kelas mereka, tiba-tiba ada suara yang sangat Lista kenal berseru menyebut namanya, "Lista!" beberapa kali.

Lista tau itu suara siapa, namun ia bingung harus berekspresi seperti apa. Jadi ia berpura-pura mencari sumber suara itu. Ia melirik ke kiri dan mendapati dia, Ombre melambaikan tangannya untuk Lista.

Lista tersenyum tanpa bersuara. Ia bingung harus berkata apa. Maka ia hanya tersenyum malu-malu.

Antara Lista dan Ombre hanya melintang jarak sekitar satu setengah meter. Namun mengapa Ombre menyapa? Lista pikir Ombre telah melupakan Lista karena telah bertemu teman-teman baru di tempatnya belajar sekarang. Bahkan Lista tidak pernah berani mengkhayal bahwa Ombre masih mengingat bagaimana mereka bertemu pertama kali. Atau mungkin ketika untuk pertama kalinya Lista berani menyapa Ombre di acara sekolah. Dan dengan bodohnya Lista memuji-muji Ombre di depan pacar Ombre (Lista tidak tau bahwa perempuan yang ayu dan cantik itu adalah kekasih Ombre) lalu patah hati.

Lista tidak dapat melupakan setiap kejadian antara ia dan Ombre. Dan Lista tetap bermimpi suatu saat nanti Ombre dapat sayang padanya seperti perasaan Lista sekarang terhadap Ombre.
By ratu waktu nge-post 2:27 AM 0 comments
kategori ratu's best, ratu's interesting experience, short stories

14 November 2009

My Past, Present, and Future

Dulu pas gue masih SD kelas 3, gue pengen banget jadi dokter. Pekerjaan dokter itu mulia, nyembuhin orang sakit. Sebenernya yang nyembuhin orang sakit itu Tuhan YME, tapi seorang dokter di kasih kepercayaan oleh Tuhan untuk jadi perantara atas mukjizat kesembuhan seorang pasien. Gue pengen banget jadi salah satu dari dokter-dokter yang berhasil nolong nyawa manusia yang nggak berdosa itu. Apalagi sekeluarga gue bener-bener ngedukung cita-cita gue itu.

Gue mulai ngerasa harus merubah haluan gue untuk mencoba ngedalemin ilmu-ilmu pengembangan diri. Gue bener-bener tertarik di bidang itu. Kepribadian seseorang, cara belajar manusia yang bisa dibagi tiga seperti visual, auditorial dan kinestetik. Gue tertarik bidang itu sejak awal-awal masuk SMP, karena di SD gue ga dapet pelajaran Bimbingan Konseling (jadi agak norak gitu guenya hehe). Gue sempet mikir dalam hidup gue ilmu Psikologi itu adalah harga mati dan menurut gue Dokter itu cuma cita-cita anak kecil dan (juga) gue seharusnya sadar diri karena gue gak se-pinter lingkungan pergaulan gue yang isinyaaa (you know lah). Gue mulai ngasih pengertian ke bokap dan nyokap. Tapi teteplah sebagai orangtua, mereka pasti nganggep anak mereka di atas segalanya. Agak nge-batin juga sih begitu, tapi gue terus ngasih pengertian ke bokap-nyokap gue. Sampe dengan kelas 3 SMP, gue bener-bener kaya orang kesurupan belajar demi masuk 81 sama temen-temen geng gue (geng cihuy), padahal mereka semua gue akuin jauuuh lebih pinter dari gue. Gue kan gak pernah bisa diajak serius (terutama untuk belajar paling lemot). Sampe gue inget banget gue les ini-itu demi bisa ngerti matematika (pelajaran yang paling gue benci pada saat itu). Gue sampe nge-judge otak gue bego padahal gurunya udah susah payah ngajar (pak masdar selly - cucunya mbah toricelli hehe). Dan yang paling gue inget, gue baru bisa hapal rumus garis singgung persekutuan seminggu sebelom UAN (parah sekali ckck). Coba tes sekarang? Maaf ye, gue ini orangnya pikun zz.

Guess what happen next?
Tuhan berkata, "Kun!" maka fayakun! Gue berhasil masuk sma 81. Dan teman-teman geng cihuy? Berpencar! Padahal semua tujuan kita sma 81, dan tanpa mengurangi rasa hormat, NUN gue yang paling tinggi diantara teman sepermainan. Gue ngerasa ga enak banget sumpah-sumpah sama mereka. Di situ gue ngerasain mukjizat Tuhan deh (bukannya lebay).

Di SMA? Gue nekat (tanpa tau diri) memperjuangkan otak gue yang pas-pasan ini untuk dijurusin ke IPA (udah fix gue emang ga tau diri haha). Banyak godaan sana-sini sih. Gue mikir, "Kalo otak gue aja bisa masuk 81, berarti gue punya harapan untuk ngebangkitin cita-cita kecil gue yang udah usang (najissss) itu". Tapi yang namanya godaan, sekali godaan tetep godaan. Mulai dari otak gue yang ngerasa ga mampu beradaptasi di 81 sehingga gue ngerasa lebih baik jadi anak IPS. Tapi gue tetep niat! Dan gue yakin gue pasti mampu! Dengan gue yang semakin benci sama pelajaran fisika. At least, itu bukan jadi alesan untuk nyurutin niat gue. Lagi-lagi Kun! Maka Fayakun.

Begitu jadi anak IPA, gue ngerasa belom nyatu sama jiwa gue. Ditambah kehidupan Anak Sosial yang sangat membuat iri. Bersenang-senang, tanpa ngurangin rasa hormat gue sama semua anak SOS di dunia, gue juga ngerasa pelajaran SOS bisa dibawa santai dan di anggap enteng. Jauh beda dengan kehidupan Anak Eksak yang bener-bener serius. Bener-bener diem di kelas tanpa suara kalo lagi belajar MIPA. Gue juga ngerasa kalo moto hidup gue lebih cocok jadi anak IPS (my life is never flat). Ditambah dengan kehidupan SOSIAL 81 yang begitu solid, mereka juga punya acara sendiri buat komunitas SOS, namanya "SOS unplugged" tau ga slogan mereka apa? "We Are Social, We Are Special". Ada ga acara yang judulnya "Science Unplugged"? Maksa banget hahaha. Motonya apa? "We Love and We Save The Environtment as a Science Human". HAHAHAHA jijay banget dah moto buatan gue zz -_-

Dan hal yang bikin gue tetap semangat untuk menuju cita-cita gue (entah bakal jadi dokter patologi anatomi atau cuma jadi dokter cinta aja gue?!) adalah spirit dari guru INTEN gue yang bernama Bapak Raskami Bangun (Love youuu Paaaak :D).

Beliau bilang, "Fisika itu Ilmu yang paling Romantis. Dan Ilmu Fisika itu diciptakan oleh Tuhan. Ilmu Sosial kan diciptakan oleh Manusia. Kalo kalian belajar ilmu dari Tuhan dan mengaplikasikannya, kalian kan dapet pahala. Contoh sederhana, di akhirat nanti saya di sandingkan sama Thomas Alfa Edison. Ketika Tuhan nanya saya, 'Hai Raskami, apa yang sudah kamu perbuat untuk umat di dunia ini?' walau pun saya bilang saya sudah membuat puluhan ribu orang bertambah pintar karena saya ajarkan fisika, itu nggak ada apa-apanya dibadingkan dengan jawaban si Thomas Alfa Edison." gue cengo denger omongan Pak Raskami. Bener juga gue pikir. Beliau ngelanjutin omongannya lagi. "Tuhan bilang, 'Hai Thomas, apa yang telah kau perbuat untuk umat di dunia?' dan beliau menjawab, 'Saya sudah membuat dunia menjadi terang karena Ilmu Eksak. Saya membantu orang melahirkan, membantu orang belajar pada malam hari, membantu orang ketika operasi. Saya berhasil menciptakan lampu'. Ada yang tidak setuju?"

Kita sekelas pada diem. Gue masih mencerna kata-kata itu. Dan ketika gue tau maknanya, gue ngerasa harus bisa jadi orang yang punya manfaat di dunia ini. And in my opinion, Mr. Raskami's story is verryyyy INSPIRING us.

Bukan berarti ini bikin gue ngucilin pihak yang gue sangkutkan dalam posting gue kali ini (kaya anak sos dan lain sebagainya). Ini ngebuat gue mulai berpikir bahwa gue harus bisa total dalam bidang yang gue tekunin sekarang ini. Dan nggak untuk menjadikan segudang rumus sebagai alesan buat benci fisika. GUE ANAK IPA! Orang yang pengen masuk ipa sendiri juga gue. Yang pengen masuk IPA itu banyak, berarti dibalik muka tolol gue, pasti guru ngeliat gue punya something yang bikin gue layak jadi anak IPA yang "konon katanya" pr segudang najis tralala.

Sekarang gue udah komit, harus bisa jadi anak yang berguna (apapun masa depan gue nanti). Yeay! I cheered myself up. Something weird? Yes, of course! Hahaha. That's why my life is never flat :D
By ratu waktu nge-post 4:56 AM 0 comments
kategori ratu's best, ratu's interesting experience

08 November 2009

Rapotku Sayang, Rapotku Malang

Hari sabtu bagaikan kiamat sugro buat hidup gue. Setelah hari jumat gue menderita dengan urat tangan gue yang ngegeser sampe 180 derajat. Dan sampe di rumah tangan gue jadi korban tukang pijat. Oke sekian intermezzo tentang nasip tangan gue yang menyedihkan.

Hari sabtu gue bangun di telat-telatin supaya gue gak ikut ngambil rapot. Males juga pulang di bacrit-in sama nyokap. Lagian auranya juga ga bagus rapot gue. Gue udah prediksi nilai rapot gue rata-rata 6 (enam). Lagian ada beberapa tugas yang belom gue kumpulin (baca: males gue kumpulin). Lagian tugasnya makan waktu lama dan ga guna juga kalo dikumpulin (menurut gue).

Gue masuk sekolah. Dengan tangan yang masih ringkih (baca: ngilu berat), gue turun dari mobil yang berentinya persis di samping podium. Gue udah pasang muka lesu supaya pulang-pulang ga dimarahin sama nyokap. Soalnya abis ngambil rapot, gue langsung ngisi acara di daerah Jakarta Utara (anak nelayan gua -_-). Gue liat ada Amajida, Bella, Syafika dan lain-lain berdiri depan ruang 116. Kelas gue di ruang 115. Gue nemenin nyokap gue masuk ke kelas. Terus majalah Go Girl gue dipinjem Amajida. Gue jadi bingung gue mau nenangin diri gimana? Orang rapot gue ancur lebur.

Baru dateng tiba-tiba ada ibu-ibu nanya ke gue, “Kelas XI IPA 4 dimana ya, Dek?” dalem hati gue bilang haduh di ibu orang gue lagi setres nilai rapot yang ancurr parah malah bertanya. Gue jawab sekenanya deh, “Disini tante.” sambil memasang muka ramah yang maksa. “Oh, berarti kelasnya Fikran ya? Fikran.. Fikran, Irvan? Irvan dimana kelasnya?”. Lah buset? Mana gue tau? Dan gue jawab dengan mengarang bebas, “Mungkin di lantai dua, Tante?”. Dan mamanya Fikran dan Irvan keliatan bingung nunjuk ruang 115 dan tangga lantai dua. “Makasih ya, Ratu.”

Lah?! Tau darimana nama gue? Oke forget it.

Setelah sekian lama nunggu emak-emak sili berganti keluar kelas. Anak-anaknya mukanya pada bahagia dan gue makin kucel karena takut nilai gue ancur lebur. Akhirnya nyokap dan gue sampe di mobil. Dengan ekspresi ketakutan gue buka amplop yang isinya rapot gue yang ancur itu. Dan isinya adalah sebagai berikut:

No. MATAPELAJARAN
KRITERIA KETUNTASAN MINIMAL NILAI HASIL BELAJAR

Pengetahuan dan Pemahaman Konsep Praktik Sikap/Minat

Angka
1. Pendidikan Agama (Islam)
80.00 91 72 C
2. PPKn
80.00 92 - C
3. Bahasa Indonesia
79.66 84 98 A
4. Bahasa Inggris
80.00 100 95 C
5. Matematika
80.01 88 - A
6. Fisika
78.00 53 89 A
7. Biologi
80.00 90 90 A
8. Kimia
80.00 74 80 C
9. Sejarah
80.00 80 - C
10. Seni dan Budaya (Musik)
80.00 - 95 A
11. Pendidikan Jasmani
80.00 89 92 A
12. Keterampilan (Bahasa Jerman)
80.00 89 80 -
13. TIK
79.58 78 - C
14. Bahasa Jepang
80.00 - 90 A


Banyak nilai-nilai yang di luar dugaan, kayak Bahasa Inggris sama Biologi. Yang jelas fisika udah gue duga kalo nilainya segitu. Dan nyokap gue pun ketawa ngeliat nilai gue yang naik turun ckckck. My life is really really never flat -_-

By ratu waktu nge-post 6:17 AM 0 comments
kategori ratu's best, ratu's crazy experience, ratu's interesting experience

06 November 2009

Tragedi UTS 81

Hari ini adalah hari yang bikin gue syok banget, karena banyak kejadian yang bikin batin gue kesel.
By ratu waktu nge-post 5:23 AM 0 comments

03 November 2009

INSIDEN INTEN IT2609

Bener-bener gila lah yang namanya SMAN 81 RSBI itu ya. Gue masih terbawa emosi nih pas lagi nulis. Ada anak kelas sepuluh yang membuat emosi sama gue.

Kemaren gue ke warung bakso samping inten. Nemenin vita makan lah. Pas gue mau balik ke gedung inten, di depan pintu ada anak-anak yang kelas sepuluh yang gue ga tau mau ngapain disitu. Gue ga kenal sama mereka dan gue ga hafal muka-mukanya. Soalnya gue tipe orang ga terlalu suka ribut-ribut sama ade kelas. Pas gue sama vita lewat ada yang neriakin gue yang dia sendiri ada di kumpulan anak-anak kelas sepuluh itu. Dia teriak, "rambut panjaaang... rambut panjaaang... rambut keriting... cieee". Gue sambil jalan ke kelas sambil mencerna apa yang dia bilang. Dan gue ga gegabah ngambil keputusan. Gue buru-buru aja jalan ke kelas gue yang tempatnya persis seberangan sama meja resepsionis. Vita masih nyamperin meisa sama sonnia yang duduk-duduk di samping kelas. Gue dobrak aja pintunya. ANDING! Tengil bener anak kelas satu ngeceng-cengin kelas dua?! Apalagi gue ga kenal?! Kalo udah kenal sih, mungkin masih bisa di anggap becanda. Gilaaa. Pengen gue tampol rasanya ya Allah! Ih, kalo gue ga inget kalo gue cewe, udah gue tampol kali dia!

Anak-anak dikelas pada bingung kan kenapa gue dobrak-dobrak pintu dan segala rupa. Akhirnya sang update masalah anak tengil (vita aprilina) langsung mengklarifikasi semua masalahnya. Gue disuruh anak-anak IT2609 buat ngabisin dia. Gila. Maaf-maaf aja. Gue sih orangnya ga main kasar (kalo masih inget kodrat). Taunya ternyata si rushan fikran nyamperin itu anak. Jantung gue masih empot-empotan. Bawaannya jadi ga niat belajar gue. Tiba-tiba ditengah pelajaran inten, fikran bilang, "dia minta maaf, Tu". Gila, beraninya lewat perantara. Ngomong langsung lah kalo ngerasa salah. Pulang inten langsung gue samperin aja dia. Eh salah. Gue cuman ngeliatin dia. Tiba-tiba fikran nyamperin si anak itu. Buat minta maaf sama gue. Jadi dia yang nyamperin gue dan cengengesan bilang minta maaf. Ya oloh, muka juga kaya ga ada rasa bersalah. Ngomong maaf aja ringan bener. Akhirnya pas pulang inten gue update twitter. Ternyata si vita udah membombardir tentang kejadian di inten. Semua pada pake @ratulubis di setiap tweetnya. Dan berdasarkan umbaran gosip-gosip yang menyebar di twitter, ternyata dia anak X-1! Ghilaaa sahabatnya Dalme dan Closet. Dia ga tau ya dia salah orang kalo mau becanda?! Nanti yang nge-ltub-in juga gue. Udah gitu dia MPK lagi kan? Hati-hati lah pada saat TO nanti.

Yah kalo sempet si anak itu yang ga gue kenal orangnya baca blog gue, gue cuman mau bilang, "Gak semua orang bisa lo becandain ya. Apalagi kakak kelas yang lo ga kenal. Itu tata krama rupanya?"
By ratu waktu nge-post 4:14 PM 0 comments
kategori ratu's best, ratu's crazy experience, Ratu's disappointed, ratu's interesting experience

01 November 2009

My Colorful World

Gue adalah makhluk yang punya ambisi. Yah, itu yang ngebuat gue ngerasa hidup gue gak pernah datar. Ada aja hal-hal aneh. Ada aja hal-hal baru. Dan ada aja hal yang bener-bener ada-ada aja.

Piala di rumah udah lama gak nambah-nambah. Padahal dulu gue setahun pasti ada aja piala yang nambah. Pengen deh kaya dulu lagi. Paling baru-baru ini nambah satu plakat aja. Itu juga udah lumayan lama. Pengeeeeeeeeeeen mencetak prestasi dan bikin orangtua bangga. Pengen dihargai dan ga di injek-injek harga diri gue.Kayanya kata-kata gue rada sombong ya? Tapi gue bingung mau ngungkapin hal ini pake bahasa apa? Bahasa Inggris? Lagi gak mood. Bahasa Jerman? Mau mati gue mengenang nilai Jerman gue yang paling rendah satu angkatan. Sungguh mengenaskan. dapet 36 How smart I am -_-

Otak gue mengalami kemunduran yang sangat pesat dan mengakibatkan krisis pede gue kambuh lagi. Agak dangerous kata bokap gue. Dan sekeluarga gue masih nganggep gue sebagai bocah chubby yang sering bawa pulang piala. Siapa sih yang nggak bangga jadi kebanggaan keluarga? Tapi keluarga cuman jadi cakupan kecil dari populasi orang-orang yang tinggal di negara yang sekarang masuk ke negara-negara elit ini (G-20). Berapa puluh juta makhluk yang tinggal di Indonesia?

Sekarang gue ngerasa sulit untuk merealisasikan semua impian gue. Padahal dulu? Lancar banget apah gua? Ayolah. Ini harus jadi semangat gue buat semua project-project yang seharusnya bisa gue selesaikan. Kata pepatah Melayu kuno sih, "Kita hidup harus seperti kuda. Mundur satu langkah untuk maju empat langkah".

Sekarang itu udah terpatri dalam hidup gue. Dan kebodohan itu gak boleh keulang lagi! No more donkeys fall in the same hole!

Moe selalu bilang, "Kamu terlalu menikmati hidup. Prestasi, cinta, harta. Itu yang bikin orang hidup makin mundur."
Itu yang ngebuat dia ngatain gue, "cewek rokes". Kaga sadar apa dia sendiri cowo lemay? Oke gak penting-penting amat.

Temen-temen gak ada yang mensupport gue supaya balik kaya dulu. Gila apa gue balik lagi kaya dulu? Terlalu ekstrim! Dulu terlalu ambisius sampe-sampe orang bete dan nganggep gue jadi makhluk yang annoying ditambah dengan be-bacrit-an gue yang sering bermain dengan dunia sendiri. Yah, faktor yang membuat demikian yah karena keluarga gue sendiri gak pernah ngasih batasan-batasan untuk ngoceh se-toa' apapun. Orang sekeluarga emang bacrit semua, malah gue termasuk lumayan diem. HAHAHAHAHA. Keluarga bacot.

Dengan perubahan-perubahan yang gue lakukan cukup menimbulkan efek yang besar di kehidupan gue. Belajar cara ngerti orang dan memperbaiki pola pergaulan dan yang jelas berusaha meredam egoisme. Tapi kadang ketika gue jadi seseorang yang terlalu ngalah, gue jadi orang yang selalu dimanfaatkan. Dan lagi-lagi itu jadi efek yang ga bagus.

Gue masih inget jumat lalu ada game ciptaan Bu Grace. Mencocokkan sifat positif dan negatif versi kita dan orang lain. Sifat negatif gue cuman ada kata-kata bacot, bacrit, bawel, berisik, cerwet, rame. Yah, mana mungkin gue ga sadar kalo gue adalah makhluk bacrit. 13 orang bilang gue asik, seru, rame dan bersemangat. dan 16 orang bilang gue yang kaya di atas.

Ada lagi yang bilang gue nyebelin (satu orang doang). Hahahaha. Sebenernya gue juga ngejadiin ini sebagai ajang buat gue memperbaiki diri. Seenggaknya gue juga tau dengan bacritnya gue itu gue jadi makhluk yang annoying.
Di blog gue mau minta maaf ya kalo emang gue menjadi makhluk yang annoying gara-gara bacrit. Orang seturunan begitu semua?
Kalo nggak peka? Hahaha kaga ngerti dah ya kenapa bisa gue dibilang gak peka?

Seenggaknya gue nggak separah someone satu lagi (oke gausah dibahas).
By ratu waktu nge-post 12:12 AM 0 comments
kategori ratu's best, ratu's interesting experience
Newer Posts Older Posts Home
Subscribe to: Comments (Atom)

Blog Design by Gisele Jaquenod